Memperbesar Burung!!

Minggu, 02 Maret 2008      0 komentar


Penis terdiri atas akar, batang, serta glans atau ujung penis. Batang penis terdiri atas tiga bagian korpus. Ketiga korpus itu merupakan jaringan yang berperan pada saat ereksi. Pada glans penis terdapat sistem organ akhir sensoris yang merupakan sumber impuls terpenting untuk menimbulkan kesan sensual pada susunan saraf pusat. Ereksi penis dapat terjadi pada bayi walaupun fungsi susunan saraf saat bayi belum sempurna dan kadar hormon androgen masih sangat rendah.

Menurut dr. Jose Batubara, MD, ahli endokrin anak dari Bagian Ilmu Kesehatan Anak, RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta, ukuran penis dianggap normal bila panjang penis bayi baru lahir lebih kurang 2,5 - 3 cm. Lebih besar atau lebih kecil sedikit dari itu masih dianggap normal. Setelah janin berusia 12 minggu, pertumbuhan alat kelamin akan dipengaruhi oleh dua macam hormon yakni hormon gonadotropin (hormon pemacu kelenjar kelamin yang dihasilkan oleh hipofise) serta hormon testosteron (yang dihasilkan oleh testis sang bayi). Hormon pertumbuhan juga diduga punya peran dalam pertumbuhan penis. Kalau ketiga hormon ini normal, berarti kelamin bayi yang dilahirkan akan normal dengan ukuran penis yang normal pula. Manfaat klinis pengukuran panjang penis pada bayi antara lain untuk mendeteksi adanya kelainan pertumbuhan serta perkembangan penis janin pada masa pranatal.

Pertumbuhan panjang penis memang sangat dipengaruhi oleh usia. Sebelum masa pubertas, pertumbuhannya sangat lambat, kemudian disusul dengan pertumbuhan yang cepat pada masa pubertas. Pertumbuhannya juga sedikit banyak dipengaruhi oleh tinggi badan. Pada masa sebelum pubertas panjang penis meningkat sesuai dengan peningkatan panjang tubuh selama lima tahun pertama. Tapi diameter penis meningkat sangat pelahan sampai datang masa pubertas. "Tidak benar bila dikatakan penis anak gemuk lebih kecil dari anak berbobot normal," kata dr. Batubara. Persoalan pada umumnya hanya karena penis terbenam oleh bantalan lemak. Namun, kalau kita merasa ragu, periksakan pada ahli endokrin anak. Adapun cara mengukur ada tekniknya. Pada anak gemuk, pertama-tama dokter menekan jaringan lemak yang menutupinya ke bawah, lalu penis diukur dalam keadaan penis diregangkan lurus. Dalam keadaan penis teregang, panjang penis ditentukan dengan menetapkan ujung glans penis pada penggaris dalam satuan sentimeter. Pengukuran dimulai sampai mendekati setengah sentimeter dengan tiga kali pengulangan, dan nilai rata-rata pengukuran dinyatakan sebagai ukuran panjang penis yang benar. Sedangkan ukuran penis dalam keadaan rileks, menurut dr. Batubara, akan sangat bervariasi karena dipengaruhi keadaan sekitarnya.

Kalau setelah diukur ternyata memang kurang panjang (mikro penis), dokter dapat mengupayakan dengan pemberian suntikan hormon testosteron dosis terbatas. Ada juga obat berupa salep oles, tapi umumnya hasilnya kurang memuaskan. Batubara mengingatkan agar tidak menggunakan obat hormon sembarangan tanpa berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan hormon di laboratorium pada anak usia 0 - 12 tahun, menurut ahli endokrin anak ini, belum diperlukan. Masalahnya, rata-rata laboratorium di sini masih terbatas kemampuannya dalam mengukur nilai absolut hormon pada anak-anak usia tersebu