Tampilkan postingan dengan label Problema. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Problema. Tampilkan semua postingan

Cara Sederhana Memperkuat Otot Vagina

Minggu, 13 April 2008      0 komentar

BAGAIMANA hubungan seks Anda seminggu terakhir ini? Apakah suami mengeluh karena tidak merasakan lagi cepitan otot vagina Anda? Jangan khawatir, semua belum terlambat. Dengan teknik sederhana di bawah ini, dalam hitungan hari, sang suami tak akan mengeluh lagi.
Ketakutan utama seorang istri setelah melahirkan, sebagaimana dikeluhkan salah seorang pengunjung situs kami, adalah tak dapat lagi memuaskan sang suami. Tentu, yang dia maksud adalah keromantisan dalam coitus. Sebuah kekhawatiran yang beralasan, memang. Apalagi, tak dapat dipungkiri, setelah melahirkan otot vagina memang mengalami pelebaran. Atau daya cengkramnya melemah seiring pertambahan usia, berat badan, dan keteledoran untuk terus mengencangkannya.

Mengencangkan otot vagina? Ya, kenapa tidak. Apalagi, teknik pengencangan yang sederhana ini juga terhitung tidak baru. Cuma, memang banyak yang tidak mengetahuinya. Teknik pengencangan otot vagina ini biasa dinamakan teknik kegel. Itu sebagai penghormatan untuk dokter Kegel, yang mempopulerkan latihan ini.
Lalu bagaimana cara latihannya? Gampang. Pertama, Anda tahu persis pergerakann otot vagina Anda. Caranya, coba saat buang air kecil, Anda menahan kucuran si air seni, sesaat saja. Jika Anda merasakan ada gerakan otot, nah, itulah otot vagina Anda. Latihan kegel juga dimulai dengan cara seperti itu. Saat Anda buang air kecil, cobalah untuk menahan aliran airnya, kira-kira 1 menit untuk latihan pertama. Setelah itu, air seni bisa Anda keluarkan semuanya. Tapi, kalau Anda ingin berhasil dengan lebih cepat, cobalah untuk melakukan tiga kali penahanan selama buang air kecil, dengan waktu tahan yang terus ditambah.

Jika waktu tahan satu satu menit itu sudah Anda kuasai, cobalah untuk meningkatkannya. Tapi, Anda juga harus tahu posisi tubuh yang tepat saat melatih otot vagina itu. Usahakan melakukan latihan ini dalam keadaan paha membuka, atau berjongkok. Ini akan membuat otot vagina Anda yang terbuka dapat mengerut dengan lebih kuat. Selain itu, posisi tubuh yang demikian akan membuat otot panggung tertarik, dan lubang anus terasa mengecil. Ini juga sekaligus menjadi tanda otot vagina Anda sedang berkontraksi. Tapi ingat, And ajuga harus usahakan untuk melatih otot vagina itu tanpa memberi beban yang sama pada bokong atau perut Anda.
Jika latihan penahanan air seni ini sudah Anda kuasai, kini And aharus melatihnya setiap saat, sekalipun tidak ingin buang air seni. Usahakan, 30 kali Anda menahan otot vagina dalam satu hari. Yakin, dalam waktu 30 hari, otot vagina Anda sudah akan sangat kuat mencengkram. Namun, tidak ada salahnya juga, sebelum 30 hari itu, , Anda mencobanya saat tim suis dengan suami Anda.

Apa yang akan didapatkan dengan latihan ini? Pertama, cengkraman otot vagina Anda akan kuat sekali, dan ini sangat berpengaruh pada pencapaian orgasme. Dengan otot vagina yang kuat, orgasme Anda dan suami akan lebih cepat di dapat. Selain itu, latihan ini juga akan membuat rahin Anda kian kuat, dan penyakit inkontinensia, yang gampang pipis, jadi tertanggulangi.
Ayo, tunggu apa lagi. Lakukan, dan tunggu suami Anda berteriak, memuji "pijitan-pijitan" mesra Anda. (CN02)
--------------------------------------------------------------------------------

Tambun yang Sedap di Mata

Perut gendut yang juga dikenal dengan perut tambun memang membuat penampilan jadi tak sedap dipandang mata. Apalagi jika Anda termasuk orang dengan tinggi yang terbatas. Tubuh Anda pun jadi terlihat bak ikan buntal, dan Anda pun jadi kurang percaya diri. Bagaimana agar perut tambun Anda tak menganggu penampilan, malahan kalau bisa, menjadikannya sedap di mata.
Jalan terbaik adalah melakukan olah raga secara teratur. Latihan berat atau fitnes bisa saja menurunkan lemak di perut Anda. Plus diimbangi dengan diet yang teratur. Teramat susah kalau Anda malas melakukannya, mungkin karena kesibukan yang menderita sehingga tak punya waktu untuk berolah raga. Anda perlu kiat khusus agar perut tambun Anda tak terlihat jelas. Ini bisa disiasati dengan pilihan busana yang tepat.
Pertama, terapkan hal yang paling mendasar, yakni mengenakan baju yang pas di badan. Pas di badan bukan berarti harus ketat.
Prinsipnya tidak kesempitan tapi tetap nyaman di badan saat dikenakan. Hindarilah busana yang longgar karena hanya akan membuat Anda tampak lebih gemuk. Juga hindari baju yang ketat karena hanya akan memperjelas lemak di bagian perut Anda. Sebaiknya jangan isi penuh kantung baju Anda.
Kedua, jauhkan perhatian orang lain dari perut Anda. Pemakaian blazer, sweater ataupun bahan t-shirt janganlah yang berbahan jatuh di badan. Ini hanya akan membuat pandangan mata secara tak langsung tertuju ke bagian pinggang. Kaus berkerah V lebih cocok Anda kenakan, terutama bagi Anda yang memiliki dagu dua. Fokus mata tentunya akan beralih ke bagian dada.
Ketiga, untuk celana panjang pilihlah model yang senada dengan busana. Prinsipnya juga sama dengan pilihan baju. Jangan menggunakan celana panjang yang terlalu ketat ataupun longgar karena hanya akan membentuk kaki Anda semakin pendek. Kenakanlah celana tepat di pinggang. Dan seperti bagian pertama, jangan biarkan banyak barang memenuhi kantung celana Anda.
Keempat, jika mengenakan ikat pinggang, pilihlah kepala ikat pinggang yang tak terlalu besar. Jangan pula mengenakan ikat pinggang dengan kombinasi kepala tidak menarik. Jika Anda melakukannya, Anda telah menarik perhatian orang ke bagian perut Anda.
CYBERNEWS (CN03)

Tujuh Langkah Menjadi Pria Siaga

Menjadi Pria Siaga
Butuh peran aktif suami untuk mengawal kedatangan sang jabang bayi. Atau menyitir bunyi sebuah iklan, menjadi suami Siaga (Siap Antar Jaga). Apa langkah yang bisa dilakukan Anda?
--------------------------------------------------------------------------------

SETIAP pasangan suami-istri tentu mendambakan kehadiran seorang anak. Sebagai suami, sudah siapkah Anda? Banyak hal yang harus dilakukan suami selama menunggu kelahiran jabang bayi. Jangan sampai selama sembilan bulan dalam kandungan sang istri, janin menjadi yatim secara psikologis. Karena Anda tak memberi perhatian padanya. Anda harus mengikuti proses kedatangan sang jabang bayi sejak dari kandungan. Apa saja yang bisa Anda lakukan?
Pertama, jangan remehkan pemenuhan kebutuhan fisik janin. Pertumbuhan sel-sel otak, kualitas pertumbuhan badan dan tulang sudah mulai ditentukan semenjak masa janin. Secara kuantitas, ibu perlu makan lebih banyak dari biasanya untuk disubsidikan kepada janin dalam rahim. Belum lagi masalah kualitas, makanan harus memiliki kandungan protein, vitamin, serta zat-zat gizi lain yang cukup. Nah, kewajiban Anda untuk menyediakan semua kebutuhan pangan istri demi pertumbuhan janin tersebut. Jangan pula lupa memberikan tambahan vitamin, penambah darah, serta kalsium. Anda juga mesti rajin mengontrol pola makan istri, menyediakan makanan ekstraberkualitas dan memberikan motivasi kepada istri untuk rajin mengkonsumsi makanan-makanan bergizi tersebut.

Kedua, berilah kasih sayang dan perhatian. Penelitian membuktikan, janin dalam kandungan sudah bisa merasakan sentuhan kasih sayang orang tua. Ia pun dapat menikmati suara lembut penuh kasih yang diperdengarkan orang tuanya di dekat perut ibu. Para ahli mengatakan, kelak setelah lahir, bayi akan lebih aktif merespons jenis suara yang kerap ia dengar semasa dalam rahim. Nah, untuk memberikan sentuhan kasih sayang tentu butuh suasana kejiwaan yang tenang dan bahagia. Anda berperan dalam turut menjaga kesehatan kejiwaan istri agar tetap stabil, tenang, dan bahagia.
Anda harus bisa memberikan perhatian penuh kepadanya. Misalnya, mendiskusikan perkembangan yang terjadi pekan demi pekan, bersama-sama mencari informasi mengenai kehamilan dan pendidikan anak, menemani istri ke dokter atau rumah sakit untuk memeriksakan kehamilan setiap bulan, mendiskusikan rencana-rencana ke depan bagi calon bayi, hingga menyempatkan diri secara rutin mengelus perut istrinya sambil mengucapkan kalimat kasih sayang.
Ketiga, tak ada salahnya jika Anda memberikan hak-hak istimewa kepada istri semasa hamil. Anda bisa mengambil sebagian dari tugas istri bila Anda tidak memiliki seorang pembantu. Mencuci pakaian atau menyeterika, misalnya.

Keempat, pendidikan sudah bisa diterima manusia semenjak masih dalam kandungan. Karena janin berusia tujuh bulan sudah mulai terangsang mendengar suara-suara di sekitar perut ibu. Anda dan istri bisa memperdegarkan irama musik klasik misalnya. Karena suara-suara lembut yang mengasah rasa keindahan bisa merangsang pertumbuhan otak dan kecerdasan anak.

Kelima, ikut terlibat dalam mempersiapkan saat-saat kelahiran janin. Misalnya, menyediakan biaya persalinan, kebutuhan hidup calon bayi hingga pemulihan kesehatan ibu.

Keenam, Anda perlu membantu kesiapan dan kekuatan mental istri untuk melahirkan. Karena inilah saat perjuangan hidup dan mati istri. Anda harus memberikan perhatian, dorongan, serta motivasi kepada istri menghadapi masa sulit ini. Beberapa cara bisa ditempuh, seperti mengikutkan istri ke dalam kelas pelatihan pranatal (pendidikan prakelahiran) yang diselenggarakan di rumah-rumah sakit, hingga turut menemani proses kelahiran itu sendiri.

Ketujuh, adalah sangat berarti bila Anda bisa ikut hadir saat proses kelahiran. Kehadiran Anda, meski sekadar menemani, memegang tangan dan membisikkan kata-kata penghibur, akan memberi dorongan dan menambah kekuatan mental ekstra bagi istri. Keterlibatan Anda juga bermanfaat bagi Anda. Setidaknya ketika Anda menyaksikan kesakitan yang diderita istri, perjuangannya melawan maut, kelak Anda akan lebih menghargai dan memahami perasaan istri. Selain itu, akan tumbuh perasaan khusus terhadap sang bayi, sehingga akan lebih mengakrabkan ikatan batin antara Anda dan anak.
Tak ada salahnya kan menjadi pria Siaga (siap antar jaga). Itu toh demi keselamatan istri dan anak Anda. Yang juga berarti, kebahagiaan keluarga Anda.




(CN03)

Persiapan sebelum melepas masa lajang

Jumat, 04 April 2008      0 komentar

Sebelum Melepas Masa Lajang
Sebelum Melepas Masa Lajang
Ketika usia makin menanjak, sementara pasangan sudah siap, menikah tentu jalan terbaik untuk menjalani hidup. Namun, sebelum melepas lajang, ada banyak hal yang perlu Anda pahami dan renungkan. Ini agar pernikahan bisa berjalan langgeng, dan bisa mewujudkan keluarga bahagia.
Pertama, buat tujuan pernikahan. Pikirkan dan bicarakan secara terbuka tujuan pernikahan Anda. Tujuan ini amat penting sebagai kompas. Pernikahan tanpa suatu tujuan yang ditetapkan secara benar dan hati-hati akan berjalan seperti kapal yang tak tahu pelabuhan mana yang hendak dituju.
Kedua, memahami cinta. Definisi cinta bisa beragam. Ada yang mengatakan bahwa cinta adalah perasaan yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Cinta itu indah. Cinta itu penuh pengertian, dan sebagainya. Cinta lebih sebagai suatu keputusan. Mengapa demikian Perasaan yang muncul saat satu atau dua tahun pertama masa pacaran tidaklah bisa dikatakan sebagai cinta. Pada masa ini yang lebih berperan adalah emosi. Anda hanya melihat hal yang baik saja dari pasangan Anda. Setelah masa ini lewat, mulailah Anda melihat kekurangan pada dirinya. Pada saat ini, apabila Anda memutuskan untuk menerima pasangan Anda apa adanya dan memberikan komitmen sepenuhnya untuk tetap meneruskan hubungan ini, itu baru namanya cinta.

Ketiga
, penerimaan seutuhnya. Dua individu yang bersatu membentuk rumah tangga, pasti ada perbedaan, baik sikap, pola pikir, prinsip hidup, cara pengaturan keuangan, kebiasaan, dan sebagainya. Di sini setiap pasangan diharapkan untuk bisa saling menerima kelebihan dan kekurangan dari pasangannya. Penerimaan ini tak boleh dijadikan alasan untuk mempertahankan "status qua". Maksudnya jangan pernah meminta pasangan Anda untuk hanya menerima kelemahan Anda, sedangkan Anda tak mau berubah. Ini namanya egois. Jika Anda menyadari kelemahan Anda dan pasangan Anda mau menerima kelemahan ini, maka gunakanlah penerimaan ini sebagai suatu batu loncatan untuk meningkatkan diri. Sehingga berkat penerimaan dan bantuan dari pasangan Anda apa yang sebelumnya merupakan kelemahan atau kekurangan, kini justru telah meningkat menjadi suatu keunggulan Anda.

Keempat
, selalu ingin belajar. Semua hal mengenai hidup bisa Anda pelajari. Jika Anda menemui kesulitan atau hambatan dalam kehidupan rumah tangga, ini merupakan berita baik. Lho? Pasalnya, hanya dengan menemui masalah dan memecahkan masalah itu Anda baru bisa tumbuh menjadi manusia yang lebih dewasa. Jadi setiap kesulitan atau ujian yang Anda hadapi sebenarnya menyiapkan Anda untuk sesuatu hal yang lebih besar dari apa yang telah Anda miliki saat ini. Makin banyak masalah yang Anda hadapi dan atasi, makin cepat pula proses pertumbuhan kepribadian Anda dan makin cepat proses sinergi antara Anda dan pasangan Anda.
Kelima, kata sosiolog Mary Laner, cek dulu tingkat ekspektasi Anda. Kalau ekspektasi itu terlalu tinggi, perkawinan atau pasangan Anda akan gagal bertemu di satu titik. Dan kalau itu terjadi, peluang terjadinya kegagalan perkawinan juga makin besar.
Aah, akhirnya! Anda kawin juga. Rupanya Anda telah bertemu belahan jiwa. Dan setelah merenung, dan ternyata siap, tak usah ragu untuk melangkah. CYBERNEWS. (CN03)

Hidup seatap dengan Orang Tua

Bersama Istri di Rumah Kaca

Anda tentu amat mencintai dan menghormati ibu Anda. Sebaliknya, begitu juga ibu Anda. Hanya saja, saking sayang dan perhatiannya terhadap Anda, dia bisa membatasi ruang gerak Anda, terutama jika Anda sudah menikah. Ibu bisa menjadi orang yang cerewet, selalu ingin mengatur isi dapur rumah tangga Anda, dan itu parahnya, acap menimbulkan konflik dengan istri Anda.


Inilah posisi yang sulit bagi Anda. Anda pun dilanda stres. Secara prinsip, Anda tak menghendaki kehidupan rumah tangga Anda diselidiki dan selalu diawasi, seolah berada di rumah kaca. Parahnya lagi jika terjadi konflik antara istri dan ibu Anda. Acap kali sang ibu akan mengadukan ketakpuasannya kepada Anda. Dan Anda pun terjepit di antara istri dan ibu Anda. Bagaimana bersikap?

Pertama, beri pengertian istri Anda bahwa kecerewetan itu adalah bentuk perhatian dan kasih sayang orang tua. Setidaknya dari situ bisa belajar bagaimana mengatur rumah tangga yang baik. Asalkan masih dalam batas-batas kewajaran. Mintalah bersikap wajar, dan hindari perselisihan atau pertengkaran mulut.

Kedua, sarankan istri Anda untuk menjalin komunikasi dan hubungan yang dekat dan akrab dengan ibu Anda. Ingat, istri Anda, bukan Anda. Caranya dengan mengambil hatinya. Misalnya, dengan mengabarkan hal-hal kecil. Anda pun terlibat dengan mengundang atau mendatangi rumah orang tua bersama istri Anda.

Ketiga, tunjukkan kedekatan Anda dengan pasangan di depan orang tua. Jangan pernah bertengkar, atau membicarakan masalah yang membuat hubungan Anda berdua sedikit renggang di depan mereka. Tak ada yang paling membahagiakan orangtua selain melihat anaknya diperlakukan dengan baik dan penuh cinta oleh pasangannya. Jika orang tua datang, tunjukkan bahwa rumah Anda terlihat rapi dan bersih, sehingga menghindari kecerewetan orang tua.

Keempat, jika kecerewetan itu tak juga hilang, berilah pengertian pada istri Anda. Bicarakanlah, dan tunjukkan bahwa Anda tak mendukung ibu Anda. Jangan biarkan istri Anda memendam sendirian masalah ini, atau malah berbagi dengan teman akrabnya. Kalau memang sudah parah, Anda harus siap menjadi stabilisator. Bagaimanapun juga, anak kandung lebih mudah mengutarakan sesuatu kepada orangtuanya, terlebih untuk hal-hal yang sensitif. Bicarakanlah dengan ibu Anda tentang masalah ini, tanpa membawa nama istri Anda. Katakan bahwa Anda ingin membangun keluarga secara mandiri, dan tetap akan meminta nasehat jika membutuhkannya.

Kelima, jangan satu atap. Itulah cara terbaik untuk menghindari konflik, terutama jika selama ini Anda masih nimbrung di rumah orang tua. Mungkin lebih baik di rumah kontrakan yang kecil tapi Anda bisa membina rumah tangga dengan baik dan tentram.

CYBERNEWS.(CN03)

10 Alasan Kenapa Pria Takut Menikah

Kamis, 03 April 2008      0 komentar

............
Cowok menikah di usia muda, belakangan ini memang lagi jadi tren. Tengok saja, pria-pria muda di bawah usia 25 tahun, seolah berlomba-lomba menuju jenjang perkawinan. Tapi, nggak sedikit lho para pria yang masih bertahan hidup melajang. Walaupun mereka itu sebenarnya sudah memenuhi kriteria usia dan kemapanan. Kenapa ya?

Menurut James Douglas Barron dalam bukunya yang bertajuk She Wants a Ring--and I Don't Wanna Change a Thing, bagi kebanyakan wanita keputusan menikah itu merupakan sebuah intuisi.
Sebaliknya buat para pria, menikah itu ibaratnya tengah mempelajari teka-teki dari seri pertama hingga seri-seri berikutnya. Tidak heran jika menikah itu seolah menjadi hantu belau yang amat menakutkan bagi para pria.
Sesederhana itukah alasan kaum adam mengundur-undur keputusan untuk menikah? Tentu saja tidak. Menurut Barron, setidaknya ada 10 alasan yang melandasi ketakutan pria untuk menikah, sebagaimana tersebut di bawah ini:

1. Mereka menganggap komitmen jangka panjang justru akan merusak hubungan indah yang telah terjalin.
2.Menikah membuat mereka tidak sebebas hidup melajang. Begini-begitu serba diatur istri. Akibatnya, kesempatan untuk flirting sana-sini pun semakin sedikit saja.
3. Mereka kebanyakan berandai-andai tentang sesuatu yang sebetulnya tidak perlu. Misalnya saja ketakutan kalau suatu saat sesudah menikah, eh tiba-tiba malah jatuh cinta dengan wanita lain.
4. Bercerai! Ini yang konon paling banyak ditakuti oleh para pria.
5. Trauma. Tidak sedikit pria yang trauma dengan kegagalan perkawinan kedua orangtua mereka. Daripada mengulang sejarah buruk perkawinan kedua ortunya, mending mereka urung menikah.
6. Pernikahan membuat para pria harus bersikap lebih kompromistis. Padahal, sikap tersebut menurut mereka justru bisa membunuh mereka secara perlahan-lahan. Ah, masak iya sih?
7. Malas dengan urusan kerumahtanggaan, ya belanja lah, ya mengurus anak lah.
8. Bosan! Konon pernikahan membuat para pria terjebak dalam rutinitas yang itu-itu saja, bekerja, jemput istri terus pulang ke rumah.
9. Pernikahan juga menuntut mereka untuk tinggal dalam kehidupan yang sunyi, terkontrol, dan sarat privasi.
10. Tak ingin terjebak dengan rutinitas kehidupan seks yang itu-itu saja!


http://sidiq.iman.googlepages.com/banner13.gif