Seks dan Nafas Panjang

Kamis, 10 April 2008      0 komentar

Latihan Pernafasan

Kamasutra telah mengajarkan pentingnya mengolah napas untuk vitalitas seksual Anda. Disebutkan, seorang raja mampu perkasa menghadapi puluhan selirnya berkat kebiasaannya melatih pernapasan secara prima. Nah, sejauh mana kemampuan olah napas untuk membuat pasangan Anda di ranjang terkagum-kagum.
Belajar tenaga dalam atau olah napas kini menjadi tren. Pelatihan meditasi dan yoga, dikunjungi banyak orang. Buku-bukunya pun laris manis. Diyakini, belajar olah napas bisa meningkatkan vitalitas seksual. Tentu di samping untuk pertahanan diri, menyembuhkan penyakit, menyamankan dan memperbugar tubuh. Benarkah?

Seks adalah kegiatan fisik dan psikis. Bila salah satu tak berjalan normal, daya seksual akan menurun, bahkan tak berfungsi. Namun kebanyakan gangguan seksual diakibatkan oleh masalah psikis. Nah, ini bisa dilatih melalui irama napas yang teratur dan terkendali. Salah satu inti dari olah pernapasan adalah merelaksasi pembuluh darah yang segar. Dengan begitu orang mampu mengatur dan mengendalikan napasnya, yang berarti pula mampu mengendalikan nafsu dan pikirannya, termasuk ejakulasi dan orgasme.

Jadi, seks adalah seni seni pengendalian diri dan kontrol kemampuan fisik. Dengan mengendalikan napas, kapan orgasme atau ejakulasi tergantung keinginan Anda saja. Tak heran jika ada orang yang bisa merasakan orgasme berkali-kali karena kemampuannya mengolah nafas. Kuncinya terletak pada bagaimana Anda mengendalikan napas dalam emosi cinta yang membara.

Seperti olah raga, olah napas memberikan kekuatan secara menyeluruh ke tubuh. Aktivitas seks pun bagus karena aliran darah jauh lebih baik. Pernapasan yang prima pun mampu memulai dan mempertahankan aktivitas seksual serta menahan ejakulasi dini. Karena kosentrasi bisa lebih diatur sehingga seseorang bisa menguasai diri. Muara pernapasan adalah ketenangan. Jika seseorang makin tenang dan mampu menguasai jiwanya yang sedang resah, gelisah atau stres, ejakulasi bisa lebih lama.
Namun jangan lupa, aktivitas seks juga melibatkan secara simultan sistem tubuh. Napas yang baik tanpa kebugaran fisik tak akan memilik daya seksual yang lama. Beberapa perguruan tenaga dalam atau olah napas juga memberi dampak pada kebugaran fisik.


CYBERNEWS. (CN03)