Percaya Diri dengan Aroma Tubuh

Kamis, 03 April 2008      0 komentar

Percaya Diri dengan Aroma tubuh

SIAPA bilang pria tak peduli urusan biang keringat. Wahyu (26), pegawai swata di Semarang, misalnya, mengaku stres didera masalah ini. Ia sudah berobat ke beberapa dokter dan mencoba banyak obat. Sialnya, bau badan tak juga mau pergi.

Anda pun tentu merasa risi bila memiliki bau badan yang tak sedap. Ambil contoh saja, Anda memasuki mobil seorang relasi yang tertutup rapat karena memakai berpendingin udara. Bau badan Anda menebar. Apakah Anda merasa nyaman?

Setiap orang mempunyai bau khas, yang dihasilkan oleh kelenjar keringat. Kelenjar keringat ini ada dua. Yaitu, kelenjar ekrin yang menghasilkan keringat yang encer dan kelenjar apokrin dengan hasil keringat yang agak kental. Kelenjar apokrin ini mulai berproduksi di usia pubertas. Letaknya terutama di ketiak, genital, sekitar puting susu dan telinga. Kelenjar inilah yang memberi aroma pada keringat. Bila terinfeksi, keringat menjadi sangat bau.

Semula, keringat tidak berasa dan berbau. Tetapi, karena tanpa disadari kulit Anda tertempeli jutaan bakteri, maka akan tercampur keringat yang keluar. Inilah yang menyebabkan bau badan saat berkeringat. Bau keringat juga dipengaruhi oleh pola makan, sedangkan produksinya dapat dipengaruhi oleh stres psikis maupun fisik.

Bagaimana mengatasinya?

Pertama, bau badan adalah satu hal yang paling menonjol sebagai akibat dari tubuh yang tak bersih. Maka, mandi 2 kali sehari dengan sabun secara benar. Tidak asal-asalan, agar semua kotoran larut dan terbuang. Luangkan waktu menggosok bagian-bagian tubuh yang sering berkeringat. Perhatikan daerah persendian, yang karena gerak menjadi sarang kotoran. Di situlah biasanya berkumpul kelenjar keringat. Setelah itu, usap seluruh tubuh dengan handuk kecil yang sudah dibasahi. Kemudian, baru bersabun sesuai jenis kulit kita. Amat dianjurkan menggunakan sabun yang mengandung antiseptik atau sabun kesehatan. Di daerah ketiak, selain ketika mandi, sebaiknya dibasuh dengan sabun di siang hari.

Kedua, sehabis mandi, keringkan tubuh dengan handuk yang menyerap air, lalu bubuhkan deodoran (penghilang bau) dan antiperspiran (mengurangi produk keringat). Deodoran mengandung zat-zat kimia yang bisa membunuh bakteri atau kuman penyebab bau badan. Biasanya, deodoran juga mengandung wewangian yang tahan lama. Sedangkan antiperspiran yang tidak berbau wangi, berfungsi menghambat produksi keringat. Sehingga daerah yang yang diolesi akan tetap kering.

Ketiga, kulit yang akan diolesi deodoran sebaiknya bersih dari keringat, kotoran, bahkan bulu. Untuk itu cukurlah bulu ketiak minimal 12 jam sebelum mengenakan deodoran.

Keempat, jenis makanan yang Anda konsumsi juga mempunyai pengaruh terhadap bau badan. Hindari makanan beraroma tajam seperti bawang. Terlalu banyak mengonsumsi cabai, merica, bawang putih, dan minuman beralkohol, juga berpotensi menimbulkan bau badan.

Kelima, jangan lupa untuk membersihkan kaki. Bagian yang sering terlupakan ini tak jarang menimbulkan bau tak sedap. Usahakan agar selalu kering dan tidak lembab karena keringat. Secara rutin oleskan lotion khusus kaki atau menaburinya dengan bedak, agar kaki beraroma wangi. Selain itu rajin merawat dan membersihkan sepatu akan mengurangi bau yang akan muncul. Caranya, setelah dipakai, sepatu diangin-anginkan agar tetap kering. Jika sudah amat kotor, cuci segera. Saat menjemur, sumpalkan gumpalan koran atau kertas bekas ke dalamnya. Selain dapat mempertahankan bentuk sepatu, kertas juga dapat menyerap bau yang tertinggal dalam sepatu. Setelah itu, taburkan bedan antibau badan ke dalam sepatu.

Kelima, bila ada infeksi, sebaiknya diobati dengan antibiotika yang tepat. Untuk menentukannya, sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter.

Keenam, kalau dana dianggap menjadi masalah, tak ada salahnya mencoba cara tradisional yang manjur dan ampuh. Rebusan daun sirih katanya baik untuk meredam bau badan. (CN03)