Panjang umur dan sehat berkat pornografi

Selasa, 08 April 2008      0 komentar

Berkat pornografi

Tua-tua keladi makin tua makin menjadi. Ada benarnya pepatah itu, karena makin tua [saat puber kedua] aktifitas seks para manusia lanjut usia ini makin hot. Khususnya bagi para pria. Maka hati-hatilah jika suami Anda sudah berumur diatas 50an, mulai sering berdandan dan kelihatan genit. Justru saat-saat seperti inilah dorongan seksnya susah untuk dibendung. Hasrat dan semangatnya serasa kembali seperti pada usia 17 tahun. Namun karena mereka menyadari sudah tidak muda lagi secara fisik yang dilakukan ya tidak seperti anak muda kebanyakan. Lantas apa yang membuat mereka bisa menyalurkan hasrat seksualnya?


Pil dan obat-obatan tradisional terpaksa menyingkir karena para lanjut usia lebih memilih
pornografi dan prostitusi untuk bisa membuat tubuh mereka sehat.


Ternyata memang gambar-gambar yang “tanpa benangEbisa menimbulkan gairah hidup yang lebih kuat lagi, sebagaimana dilakukan sebuah rumah jompo di Denmark. Staf kesehatan di rumah jompo yang terletak di Copenhagen, Denmark menyatakan bahwa pengobatan alami dengan seks jauh lebih menguntungkan daripada pemberian suplemen vitamin dan juga pil minyak ikan.


Komik "Stensilan" bisa dibawa kemana2
Rumah-rumah jompo itu berencana akan menyuguhkan acara malam di saluran TV mereka berupa film-film porno. Mereka bahkan mengundang wanita-wanita pendamping, yang ternyata memberi kesehatan yang lebih baik dibandingkan jika diberi obat. Pada mulanya kegiatan ini dilakukan secara diam-diam. Tetapi sejak ada rumah jompo yang mengakui hal tersebut, maka rumah jompo lainnya pun mengaku bahwa mereka juga menawarkan servis ekstra berupa seks selama bertahun-tahun.

"Blue" Film Tontonan Wajib

Kini para pekerja di rumah-rumah jompo melaporkan bahwa pornografi itu lebih menyehatkan, lebih murah dan lebih mudah dibandingkan obat. "Jika ada anggota rumah jompo yang menunjukkan keinginan seksnya, mereka langsung disebut sebagai orang tua cabul," kata manajer salah sebuah rumah jompo, Maj-Britt Auning, yang khawatir hal itu terjadi bila kebebasan seksual terlalu ditekan.

Sebagaimana dikemukakan pada New York Post, Auning menyatakan bahwa baik pria maupun wanita di rumah jomponya bisa menyaksikan video yang menampilkan masalah seks itu. Sejak awal tahun ini, pemerintah Denmark memang mengemukakan bahwa masalah seks merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan kehidupan orang lanjut usia dan juga orang cacat. Itulah sebabnya mereka merekomendasi agar para pemberi pelayanan memberi kepuasan kepada para lanjut usia untuk membantu mereka bisa memenuhi kebutuhan seksual mereka. Nah kalo di Indonesia bagaimana?



[berbagai sumber/hep]