Tips Untuk Lelaki

Kamis, 10 April 2008      0 komentar

Tips Lelaki

Andropause Bukan Hantu Kaum Adam
Anda memasuki usia andropause? Gugup, berdebaran, gelisah,
dan kian kurang percaya diri? Jangan takut. Itu proses alami tubuh.
Ketenangan dan kedewasaan akan sangat membantu Anda
menghadapi simtom andropause itu.

--------------------------------------------------------------------------------

ISTILAH andropause asal mulanya merupakan padanan dari menopause pada wanita, yakni proses penurunan kadar hormon estrogen sampai mendekati nol ditandai dengan berhentinya menstruasi. Sel telur (ovum) tidak diperoduksi lagi. Dan selama proses ini, timbul berbagai gejala yang membuat penderita merasa tidak nyaman.

Bagi seorang pria, hal yang sama juga terjadi pada pria, saat kadar hormon testosteron menurun, dan gejala ini biasa disebut andropause. Meskipun istilah ini tidak terlalu tepat karena walaupun telah berusia lanjut, spermatozoa terus diproduksi walaupun dalam jumlah yang lebih sedikit. Jadi tidak terjadi penghentian (pause) dalam arti yang stabil. Proses ini sangat perlahan, bahkan acap tidak dikenali. Dan karena itu, gejala ini sangat perlu mendapat perhatian.

Penelitian di negara-negara Barat menunjukkan bahwa 10 – 15 % pria berusia 60 tahun mulai mengalami andropause. 54 % pria menjukkan gejala andropause pada kelompok umur 60 - 90 tahun. Ini berarti, seiring bertambahnya angka harapan hidup, maka jumlah penderita gejala andropause akan meningkat dengan pesat.

Berikut beberapa gejala andropause yang biasa muncul dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.

Pertama, menurunnya gairah seksual dan kemampuan ereksi. Keadaan ini sering dianggap sebagai konsekuensi logis dari usia lanjut meski tidak semuanya benar. Meskipun, selain faktor keterbukaan masyarakat, gairah seksual juga bisa menurun karena kadar hormon tertosteron menurun. Tapi, ereksi hanya mungkin turun jika berkurangnya testosteron masih ditambah dengan penyakir lain semisal hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi ataupun merokok.

Kedua, terjadi perubahan emosional. Jadi tidak stabil, gampang meledak-ledak, dan depresi. Ini diikuti tingkat kemampuan ingatan yangberkurang dan lelah yang terlalu gampang datang.

Ketiga, otot tubuh mengecil dan kendur. Ini konsekuensi logis dari berkurangnya suplai hormon testosteron tadi.

Keempat, terjadinya penipisan rambut, meskipun tidak untuk semua orang. Faktor keturunan akan lebih menunjukkan perubahan ketipisan yang amat cepat.

Kelima, terjadi pengeroposan tulang (osteoporosis). Dari hasil penelitian diketahui, kondisi tulang paling prima terbentuk di usia 25 tahun, dan terjadi penurunan yang progresif sampai usia 50 tahun. Biasanya, yang paling berisiko patah adalah tulang paha bagi manula.

Keenam, Terjadi penimbunan lemak. Ini munculkarena otot yang kendur tadi tidak mampu mendistribusikan lemak ke seluruh anggota badan.

Nah, jika satu saja dari enam hal tadi menimpa Anda, berarti anda memang telah diserang sindrome andropause. Lalu, apa yang sebaiknya Anda lakukan jika "hantu" andropause itu datang?

Perlu disadari, ketuaan adalah proses alami tubuh, dan dialami setiap orang. Karena itu, hal yang paling baik adalah bukan menampik proses itu, tapi menghadapi proses itu dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat dan berkualitas. Misalnya, menggairahkan ibadah.

Perlu diingat, andropause ini membawa dampak pada kondisi psikis lelaki. Karena itu, yang terbaik adalah mengobati sisi psikis Anda. Berpikirlah yang positip, dan jangan anggap kemunduran fisik itu menjadi kendala yang berlebihan. Hadapi hal itu dengan rileks. Karena, beban stress dan depresi akan kian membuat tubuh dan jiwa Anda jadi lelah.

Sering sekali, keluhan pada usia andropause ini muncul karena perasaan kehilangan kewibawaan dan keperkasaan. Akibatnya, banyak yang mencoba menggagalkan proses ini dengan meminum suplemen atau obat kuat. Padahal, efek obat itu hanya stimulan, dan sangat sementara. Ini berakibat, jika "pertolongan" obat selesai, tekanan akan datang dengan tingkat yang lebih kuat. Dan, akibatnya adalah, aktivitas seksualmenjadi kian tak tertanggulangi, runtuh dan tanpa vitalitas.

Untuk gangguan yang fisikal, ahli medil lebih dapt diharapkan memberikan bantuan. Misalnya dengan memberikan bantuan hormon testosteron untuk menambah aktivitas seksual, atau konsultasi psikologis untuk menenangkan diri.

Nah, jika Anda masih juga cemas, saran kami yang terakhir adalah memasrahkan diri pada kuasa Tuhan. Kondisi pasrah, sumarah ini akan membuat jiwa anda tenang, dan dapat menerima keadaan itu dengan ringan, dan memfokuskan diri pada aktivitas yang lebih akhirati.


(CN02/berbagai sumber)